Friday, 20 June 2014

Renungan Nurani Peduli 4


Saudaraku....
Begitu banyak peristiwa yang ada disekeliling kita.
Dan kali in aku ingin berbagi kisah denganmu
Sebuah kisah tentang Burung Pipit dan Mawar Putih
Selamat membaca............

--------------------------------------------------------------------------------------------



Dahulu kala. Ada seekor burung pipit dan mawar putih. Mereka bersahabat. Karena kedekatan itu, maka berangsur-angsur berubahlah rasa diantara mereka. Burung pipit menjadi jatuh cinta pada mawar putih. Namun sayang, mawar putih tidak bisa merasakan apa yang dirasakan oleh burung pipit karena ia terpesona dengan mawar merah yang tampan.

Burung pipitpun berusaha segenap tenaga untuk menunjukkan rasa cintanya pada mawar putih. Namun mawar putih ternyata tidak memperdulikannya dan tetap saja ingin memilih mawar merah. Berusaha dan terus berusahalah si burung pipit untuk mengungkapkan cintanya pada mawar putih. Karena keteguhan hati si burung pipit akhirnya hati mawar putih luluh juga. Namun tak berhenti sampai disitu saja. Mawar putih masih memberikan persyaratan pada burung pipit. Si mawar putih akan menerima burung pipit bila burung pipit bisa merubah ia menjadi warnanya menjadi merah.

Mendengar persyaratan mawar putih di burung pipit paham betul tujuan mawar putih meminta persyaratan itu. Yakni tak lain agar ia mendapatkan cinta si mawar merah yang tampan. Burung pipitpun bingung. Karena tak gampang merubah warna. Puas berpikir akhirnya si burung pipitpun menemukan cara untuk merubah awar putih menjadi mawar putih. Semua ia lakukan demi rasa cintanya pada mawar putih.

Keesokan harinya. Burung pipit terbang tinggi diatas mawar putih. Kemudian ia melukai dirinya sendiri hingga darahpun menetes keatas mawar putih. Sehingga seketika berubahkan mawar putih menjadi mawar berwarna merah. Karena darah terus menetes, lama kelamaan burung pipitpun lelah dan terjatuh keatas tanah. Melihat kejadian itu barulah mawar putih sadar kalau cinta burung pipit begitu besar padanya. Namun semuanya terlambat.

Sebelum burung pipit menghembuskan nafas terakhirnya, si burung pipit pun berkata kepasa mawar putih.


"Mawar putih... Aku mencintaimu melebihi keinginanku atas kebahagianku memilikimu. Aku tau, aku takkan pernah bisa memilikimu. Namun kiranya cintaku menembus dinding itu dan hanya inilah yang bisa aku berikan untuk membuktikan rasa cintaku padamu. Selamat tinggal mawar putih. Selamat tinggal sayangku. Aku cinta padamu dan aku ingin engkau berbahagia dengan orang yang engkau cintai."

---------------------------------------------------------------------------------------------


Renungan Bersama 4

Dalam kehidupan
Baik falsafah orang jawa ataupun nan tertulis di kitab suci
Selalu ada suatu pengorbanan
Seperti ayam ataupun kambing bahkan sapi
Kalau direnungkan dengan baik
Mengapa itu harus dilakukan?
Dimana dengan telah diberikan anugerah logika dan rasa
Mestinya kita lebih arif untuk menyikapinya

Karya Koh Hwat

Post a Comment

Ucapkan Selamat Tinggal Untuk Rambut Kusam Dengan Emeron Complete Hair Care

Sebagai ibu rumah tangga yang bekerja,  tentunya rutinitas setiap hari seperti tiada habisnya. Setelah pulang bekerja aku masih harus bere...