Sunday, 12 October 2014

Ego.Centris D.E.S.T.I.N.Y ( Inspiring Romance )



Penulis: Novanka Raja
Cover Design: Aruka
Layout: Andhika Pradita
Editor: Arya Putranegara
Penerbit: Kinomedia
Halaman: 169 halaman
ISBN: 978-602-71197-0-3

"Karena tak semua hal harus dimiliki, seperti halnya cinta, ia ada mungkin hanya untuk memberi arti."


Hem, membaca kalimat ini dadaku rasanya tertohok sembilu. Kalimat ini sebenarnya tak asing, namun lewat guratan pena seorang Novanka Raja kalimat ini tertuang menjadi rangkaian kisah ber-ruh yang terangkum dalam sebuah buku berjudul Ego.Centris D.E.S.T.I.N.Y. Dan tentunya dengan gayanya yang khas. Gaya Seorang Novanka Raja. Pria kelahiran Tegal yang pernah bekerja di bidang IT ini akhirnya memilih takdirnya untuk terjun ke dunia penulisan sejak tahun 2008. 

Ia menulis beberapa skenario FTV Di Kala Senja (2008), Ego.Centris E.M.B.R.I.O (2010), Tears In Heaven, The Border Of Love, Jonetsu Sosha To Naru, Sang Penakluk Angin, Ibuku Perempuan Berwajah Surga (2012), Catatan Sang Model, Aku Milikmu Selamanya (2013), Selamanya Di Hati, Curhat Galau (2014) dan beberapa cerpen, puisi serta novel lainnya. Dan Kini ia mendirikan Kinomedia Writer Academy yang berfokus pada media pelatihan menulis novel dan sekaligus agensi naskah juga penerbitan. Dan Ego.Centris D.E.S.T.I.N.Y adalah karya terbarunya.

"Karena tak semua hal harus dimiliki, seperti halnya cinta, ia ada mungkin hanya untuk memberi arti."

Berulang kali aku membaca kalimat singkat yang tertulis jelas di cover depan dari novel ini. Dan untuk yang kesekian aku rasanya tertampar oleh kata-kata ini. Tertampar karena aku pernah melewati masa ini. Masa dimana aku menikmati hal yang tidak bisa sepenuhnya aku nikmati. Cinta yang datang untuk sekadar memberi arti dalam perjalanan kisahku. 

"Karena tak semua hal harus dimiliki, seperti halnya cinta, ia ada mungkin hanya untuk memberi arti. Jika perpisahan ini pun kehendakmu, maka jagalah kekasihku. Jagalah hatinya dari rasa duka karena perbedaan. Tuhan lindungi dia"

Membaca dua rangkaian kata dari salah satu isi Novel ini kalian pasti akan menerka-nerka seperti apa keseluruhan isinya bukan? Demikian juga denganku. Tadinya aku pikir kisah yang tertuang dalam novel ini adalah kisah yang melulu terfokus pada satu hal. Namun ketika aku selesai membacanya dari awal sampai akhir, maka aku menemui keberagaman ruh yang tertuang di dalamnya. Ruh dari berbagai kisah yang berbeda.

Dari awal sampai akhir kalian tidak akan menemui tulisan yang bergaya romantis ala anak muda jaman sekarang dalam novel ini. Karena dalam novel ini menurut saya ditulis layaknya novel-novel lawas. Berbeda tapi menyentuh. Seperti kisah pengantar dari novel ini yang bercerita tentang perbedaan. Bab-nya saja diberi judul "Tuhan, Bukankah Cinta Itu darimu?". Kisah yang bercerita tentang pahitnya Cinta beda Agama. Kisah yang dialami oleh banyak orang dan mampu menyisakan kenangan. Ditulis dengan gaya sederhana. Luapan tanya yang meletup-letup.

"Inilah jalan kita, jalan cinta yang teramat pedih untuk sekedar dikenang. Biarlah musim berganti, biarlah hujan membasuh segala luka. Bahagialah, karena aku pun akan mencoba bahagia." halaman 8.

Ada juga kisah tentang ingin dipahami. "Apa kau tahu aku sangat mencintaimu ? Kenapa kau tak bisa sedikit saja memahamiku ? Aku sangat mencintaimu." halaman 12. Atau kalimat "Percaya padaku, kau bisa lebih bahagia tanpaku" halaman 14. Juga kisah tentang pahitnya melepas kepergian orang yang di sayangi. "Kenangan selalu berusaha menyeret kita kembali pada masa-masa yang indah, masa penuh rindu, masa penuh senyum. Namun tak jarang pula ia menyeret dan menikam kita dengan masa-masa penuh luka, air mata, derita, kepedihan dan duka berkepanjangan" halaman 16. Semua ini bisa kalian temui di novel ini. 

Dan di novel ini, bertubi-tubi aku temukan kisah tentang seorang laki-laki yang menyandang status sebagai seorang suami dan ditinggal mati istrinya. Ah, betapa beratnya bila berada di posisinya ketika mendapat pertanyaan dari anaknya.  Sebagai perempuan saja aku tak bisa membayangkan bagaimana rasanya. Apalagi kalau seandainya aku benar-benar mengalami kisah itu. Tak tau nanti seperti apa diriku.

Ada beberapa typo yang aku temui di dalamnya, seperti: maaaf (seharusnya maaf hal.37), kaucintai (kau cintai hal.47), sduah (sudah hal.51), ksatria (kesatria hal.79), piihan (pilihan hal.108), jopgja (jogja hal.117), yasudah (ya sudah hal.121), kaka (kakak hal.128), kenyatan (kenyataan hal.137), etapi (tetapi hal.150), yang (yang hal.151).

Tadinya aku ingin mereview lebih jauh. Seperti review-review lain yang pernah aku tulis. Namun keindahan gaya penulisan jaman lawasnya ini membuatku hanya mampu menikmati membaca setiap kisahnya dan menyimpannya disudut hati. Ada beberapa bab yang aku suka isinya. Terutama yang berjudul "Dalam kehidupan Yang Lain", "Maafkan Aku!" dan "Maklumat Rindu Para Kekasih", percayalah kalian akan menyukainya. Yang jelas dari awal sampai akhir, ketika membacanya kalian akan merasakan seperti curhatan kisah penuh arti dan ruh. 

"Karena tak semua hal harus dimiliki, seperti halnya cinta, ia ada mungkin hanya untuk memberi arti."

Ini sebuah buku yang saya rekomendasikan untuk kalian. Untuk pemesanan bisa menghubungi Riri Ansar, Novaka RajaKinomedia Writer Academy atau Kinomedia WA






Post a Comment

Ucapkan Selamat Tinggal Untuk Rambut Kusam Dengan Emeron Complete Hair Care

Sebagai ibu rumah tangga yang bekerja,  tentunya rutinitas setiap hari seperti tiada habisnya. Setelah pulang bekerja aku masih harus bere...