Sunday, 3 August 2014

Draft Naskah Aksara Jiwa (DNA-J) Episode 1



Memilih untuk menjadi pribadi yang sulit jatuh hati adalah sebuah pilihan dan berbuntut konsekuensi yang tak juga dapat diprediksi bagaimana akhirnya nanti. Itulah kiranya konsekuensi yang harus diterima saudaraku. Apalagi ketika kita memutuskan untuk berlabuh pada satu hati yang juga tengah hanyut. Ya, hati yang ternyata sama-sama rindu untuk berlabuh. Dengan kata lain hatimu dan hatinya berhenti pada perlabuhan ketika usia kalian taklah muda lagi. Hati-hati yang menjaga hati sekian lama dan melewati banyak waktu. Sampai akhirnya memilih sendiri sampai waktunya tiba. Sampai tanda-tanda alam menyibakkan tabir kelabunya dan kalian sepakat untuk berlabuh.

Tahun kian berganti dan kisah kalianpun terus mengalami ujian. Makin lama makin berat ujiannya. Kisah terus berlanjut dan ujianpun tak berhenti sampai disitu. Badai melanda keluarga kalian berdua. Badai yang datangnya tanpa diundang dan sulit untuk dipadamkan. Badai yang membuat dada kalian sesak hingga sulit untuk bernafas. Badai yang hampir saja merenggut orang yang kalian sayangi. Dan mau tak mau membuat kalian harus mengambil keputusan terbaik. Keputusan terbaik adalah salah satu dari kalian harus pergi sampai pada waktu yang tak dapat kutentukan. Karena badai ini membuat kalian harus berjuang sendiri-sendiri. Dengan kata lain salah satu dari kalian akhirnya menyerah untuk bertahan pada ikatan yang kalian rajut karena tak dapat saling membantu dan menguatkan.

Dan akhirnya diapun pergi dengan pesan terakhir "Maaf dinda, aku menyerah. Aku ingin kamu bahagia". Dan setelah itu, hingga kurun waktu bertahun-tahun lebih tak sekalipun dirimu mendengar kabar langsung darinya. kalianpun hilang kontak. Badai kiranya tetap tak mereda atau pergi menjauh dari kehidupan kalian meski kalian telah berpisah sehingga kalian hanya bisa memilih bungkam. Dan bodohnya dirimu tetap setia menunggu dia kembali. Setidaknya dirimu masih berharap dia kembali. Bukankah badai pasti berlalu? Dan dirimu yakin ada masanya badai itu akan mereda.

Namun, ternyata rindu, penantian dan harapanmu sirna secara bersamaan. Tak lama berselang dirimu mendapat kabar kalau dia kekasihmu akhirnya memilih untuk berlabuh pada perempuan lain. Hancur, remuk, redam hatimu kala itu. Disisi lain engkaupun tak dapat berbuat apa-apa karena kondisi yang memang serba complicated. Dan akhirnya engkaupun memilih berduka, sendiri dikamar sunyimu. Tangismu pun menitik. Namun tak ada yang dapat menyeka air matamu. Aku yakin itu adalah moment yang sangat menyakitkan bagimu saudaraku. Aku bisa merasakan itu.

Tapi, percayalah…

Melepas kepergian orang yang kita sayangi memang menyakitkan. Tapi tidak bisa mengikhlaskan kepergiannya itu lebih menyakitkan. #KamusReyOlogi_11

Jadi iklaskan dia saudaraku. Mari kita kembali fitri lewat Syawal kali ini. Yakinlah, bahwa ini adalah cara Tuhan mengasihimu. Ia ingin terus menjaga kesucian dan ketulusan cintamu. Dan percayalah bahwa ini mungkin memang jawaban dari tiap do'amu pada Tuhan. Dan kiranya engkau telah lulus ujian kali ini. Janganlah ada lagi duka, yang ada hanya do'a. Semoga dia berbahagia dengan pilihan hatinya. Dan engkaupun berbahagia menanti belahan jiwamu yang tengah dipersiapkan oleh Tuhan. Aaamin. Aku Berdo’a untukmu.




Post a Comment

Ucapkan Selamat Tinggal Untuk Rambut Kusam Dengan Emeron Complete Hair Care

Sebagai ibu rumah tangga yang bekerja,  tentunya rutinitas setiap hari seperti tiada habisnya. Setelah pulang bekerja aku masih harus bere...