Saturday, 2 August 2014

Renungan Nurani Peduli 7



Saudaraku....
Orang yang hebat adalah orang yang memiliki impian yang hebat. Mereka akan terus berusaha sehingga impian merekapun terwujud dan menjadi kenyataan satu persatu. Itulah mengapa orang yang sukses selalu ada impian yang menjadi latar belakang kesuksesan mereka, karena mimpi atau impian adalah salah satu rahasia sukses yang harus kita miliki. Tentu saja tak hanya sekedar mimpi, tetapi juga harus dibarengi dengan tindakan. Bahasa kerennya "Dream and Action".

Saudaraku....
Impian seringkali juga tak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Sebagai buktinya, banyak kita temui insan dimuka bumi ini yang menelan pil pahit kegagalan selama perjalanan hidup mereka. Namun tak sedikit juga kita temui insan yang sukses karena diawali oleh sebuah impian. Impian yang memberi kekuatan pada mereka untuk menjadi pribadi yang sukses.

“Setiap tulisan merupakan dunia tersendiri, yang terapung-apung antara dunia kenyataan dan dunia impian. (Rumah Kaca, h. 138)” ― Pramoedya Ananta Toer

“Banyak orang enggan bermimpi karena merasa tidak pantas, atau malu. Padahal menjadi sukses adalah hak setiap orang”. ― Krisdayanti

“Impian, mimpi, angan - angan, khayalan, itu semua adalah sama. Ketika kau bergerak dan mau bertindak untuk merealisasikannya maka kepuasan yang kau dapat. Jika tidak, itu semua hanya bualanmu.” ― Ary Prakasa

-------------------------------------------------------------


Renungan Bersama 7

Dikala keheningan malam menghampiri dikesendirian. 
Disana terkuak ketidak berdayaan kita sebagai manusia. 
Walau telah dikaruniai rasa dan logika. 
Masih rejeki rela merimbuni tiada pernah sirna. 
Pun berusaha telah dilaksanakan sekuat tenaga. 
Namun belum ada hasil membuat lega. 
Disini terasa ketidak mampuan kita sebagai insan penuh keterbatasan terealita. 
Dan hanya do'a nan pantas dipanjatkan. 
Agar harapan ataupun impian dapat menjadi hal nan nyata.
By Koh Hwat



Saturday, 26 July 2014

Marmut Merah Jambu

Hai guys, pakabar?
Gimana liburannya? pada seru kayaknya ya? hehehe
Ga kerasa udah lama banget Rey absen posting tulisan di blog hehehe
Dan kali ini Rey sempatkan untuk menulis tentang Marmut
Pasti pada penasaran kan?
Secara Marmut gitu, yang Rey posting kali ini hehehe
-------------------------------------------------------------

Marmut atau bahasa kerennya sering disebut (Guinena Pig) ini adalah salah satu binatang yang cerdas dan pendiam. Dan lucunya, sebagai hewan soliter, jika kita sudah memiliki kedekatan dengannya maka ia akan meloncat disekitar kita dan menyambut kita dengan berbagai suaranya. Sama dengan hewan lainnya, dia juga butuh waktu yang banyak untuk berinteraksi dengan kita. Semakin sering kita berinteraksi dengannya maka mereka akan lebih interaktif lagi.


Marmut adalah sejenis hewan pengerat layaknya tikus dan kelinci. Marmut berasal dari famili Sciuridae (bajing) dengan genus Marmota. Marmut umumnya hidup di daerah pegunungan dan membuat sarang di dalam tanah. Nama Marmut sendiri berasal dari bahasa latin mures monti (tikus gunung) dan mures alpini (tikus Alpen). Makanan utamanya adalah tumbuh-tumbuhan seperti rumput, buah beri, lumut kerak, lumut daun, akar-akaran dan bunga. Marmut memang hewan yang aktif dan juga senang bermain dengan labirin.


Nah itu dia sekilas gambaran tentang apa itu Marmut guys, namun bukan Marmut ini yang jadi inti postingan Rey kali ini. Melainkan tentang Marmut Merah Jambu. Pasti pada penasaran itu apa kan? yuk langsung aja kita bahas.

----------------------------------------------------------------------



Marmut Merah Jambu (MMJ) merupakan salah satu film Indonesia yang hadir di tahun 2014. Film ini diangkat dari novel karya komik terkenal Indonesia yang bergenre drama komedi dan dirilis pada 8 Mei 2014 lalu. Film ini dibintangi oleh penulis novelnya sendiri. Siapa lagi kalau bukan Raditya Dika. Ada juga pemeran lain seperti Franda, Kamga Mo, Tio Pakusadewo, Dewi Irawan, dan Bucek Depp.


Film Marmut Merah Jambu, di produseri oleh Chand Parwez Servia dan Fiaz Servia juga di sutradarai oleh Raditya Dika. Saat mengakhiri jadwal tontonnya di bioskop-bioskop Indonesia. Film ini berhasil meraup 637 ribu penonton di sepanjang penayangannya dan berhasil menduduki peringkat ketiga sebagai film terlaris 2014.



Film Marmut Merah Jambu adalah film keempat karya Raditya Dika yang diambil dari buku yang berjudul sama. Namun hanya 3 bab dari buku tersebut, yaitu bagian Orang yang Jatuh Cinta Diam-diamPertemuan Pertama dengan Ina Mangunkusumo, dan Misteri Surat Cinta ketua Osis. Dika sendiri berperan sebagai dirinya sendiri, selain itu juga sebagai penulis skenario dan sutradara.

Sinopsis
Suatu hari Dika bertemu dengan bapaknya Ina Mangunkusumo, cinta pertamanya di SMA. Dika menceritakan usahanya membuat grup detektif untuk menarik perhatian Ina. Grup itu dibuat bersama Bertus, temannya yang sama-sama anak terbuang di sekolah. Dika juga bercerita tentang persahabatannya dengan cewek unik bernama Cindy di SMA. Seiring dengan cerita Dika, dia sadar: ada kasus di masa lalunya yang belum selesai hingga dia dewasa. Seiring dia berusaha memecahkannya, seiring itu pula dia bertanya, benarkah cinta pertama enggak kemana-mana?

Plot
Marmut Merah Jambu ini berkisah tentang Dika yang menceritakan kisah cinta pertamanya ketika masa SMA, dengan perempuan bernama Ina Mangunkusumo.[5] Selain itu dikisahkan pula saat Dika dan temannya Bertus yang membentuk grup detektif untuk memecahkan masalah teman-temannya, juga persahabatannya dengan Cindy

Pemeran
·                    Raditya Dika sebagai Dika
·                    Franda sebagai Cindy dewasa
·                    Kamga Mo sebagai Bertus dewasa
·                    Christoffer Nelwan sebagai Dika remaja
·                    Sonya Pandarmawan sebagai Cindy remaja
·                    Julian Liberty sebagai Bertus remaja
·                    Dewi Irawan sebagai Mama Dika
·                    Bucek Depp sebagai Papa Dika
·                    Dina Anjani sebagai Ina Mangunkusumo
·                    Tio Pakusadewo sebagai Ayah Ina
·                    Jajang C. Noer sebagai Kepala Sekolah
·                    Axel Matthew Thomas sebagai Michael remaja
·                    Boy Hamzah sebagai Michael dewasa
·                    Sheila Dara Aisha sebagai Ketua Osis


Dan masih banyak lagi pemeran lainnya. penasaran kayak gimana filmnya? ni bisa langsung tonton




Saturday, 12 July 2014

Mysterious Artist Part 1 Inisial AS



Hai semua….
Masih setia kan berkunjung ke blog Rey? Hehehe maaf ya udah rada jarang posting tulisan. Maklum, akhir-akhir ini lagi rada sibuk. Tapi rey tetap pantau kok.
Nah, setelah sebelumnya Rey posting tulisan tentang Faktor 5K Dalam Kehidupan Seorang Kuter, kali ini Rey mo posting tentang salah satu artis cowok yang lagi naik daun. Penasaran siapa dia? Yuk langsung saja dibaca ya?




Muhammad Ali Syarief atau dikenal juga sebagai Aliando Syarief (lahir di Jakarta, 26 Oktober 1996; umur 17 tahun) adalah seorang aktor berkebangsaan Indonesia. Aliando memiliki darah Arab-Minang dari ayahnya yang asli orang Arab dan ibunya yang berdarah Minangkabau. anak bungsu dari empat bersaudara pasangan Syarief Alkhatiri (Arab; alm.) dan Tengku Resi Revado (Minang). Ia memiliki kakak perempuan bernama Alya Avivah dan Tengku Fadhilah Rahma, serta seorang kakak laki-laki bernama Muhammad Noor Danfit.

Aliando pertama kali berkecimpung dalam dunia seni peran ketika berusia 12 tahun dengan berperan sebagai pemain figuran dalam sinetron Si Gundul dan Bocah Petir di stasiun televisi TPI. Sosoknya mulai dikenal luas setelah berperan sebagai seorang vampir bernama Digo dalam sinetron Ganteng Ganteng Serigala. Ibunya, Tengku Resi Revado, juga berprofesi sebagai pemain sinetron.

Sebelum terkenal dalam film Ganteng-Ganteng Serigala, Aliando juga pernah bermain di film Garuda Di Dadaku 2 (tahun 2011). FTV juga banyak yang ia bintangi seperti: Si Gundul Bocah Petir (TPI), Cinta Monyet Di Kantin Sekolah (SCTV), Komisi Pemberantasan Setan (Trans TV), Petaka Homeschooling (Trans TV), 12:12 (Trans TV), Headphone Suara Hati (Trans TV), Kukibarkan Benderaku (Trans TV), Yuk Kita Sekolah (Trans TV), Persada Langit Biru (SCTV), Rama dan Shinta (Indosiar), Lolly Love (Trans TV), Si Badil dan Blangkon Ajaib (SCTV).

Selain sinetron Ganteng Ganteng Serigala, ada juga judul sinetron lain yang ia perankan diantaranya Bara Bere (Indosiar), Ibrahim Anak Betawi (Indosiar), ABG Jadi Manten (SCTV) dan kini sedang syuting sinetron Ibrahim Anak Betawi yang akan segera tayang di SCTV.

Aliando, cowok ganteng yang satu ini sering digadang-gadang sebagai saingannya Al anak dar Achmad dani karena keduanya sama-sama cakep. Nich bukti photo ketampanana mereka. Beneran cakep kan? Kalau disuruh milih kalian pilih yang mana? Al atau Ali? Kalau Rey pilih Aliando Syarief aja deh hehehehe



Oh ya, ada beberapa fakta unik tentang Aliando yang bsia Rey rangkum, diantaranya:
Ali sekarang tinggal di kota Bekasi 9. Pertama kali berkecimpung di dunia entertaint pada usia 12th 10. Cita-citanya menjadi Musisi 11. Mudah bergaul. Seorang Drummer, hobiinya nyanyi, menggambar, ngedit video dan foto, bikin lagu, bikin instrument, 14. iseng luar biasa. Sering banget mendaapatkan THe Best Drummer di banyak festival band. Jago main drum diajari oleh pamannya sendiri yang sering diseebut Uncu Dhodont. Lebih suka dipanggil Abang dari pada Kakak. Suka banget sama anak kecil. Kalo makan gak milih2 seadanya aja. Cengeng kalo dia ngerasa dia salah. Pelupa, teledor, plinplan. Suka banget sama Raditya Dika. Aliando udah ga punya facebook. bakal rilis single pertamanya bersama @deKING_OF C “Malaikat Terindah”. Nama FansClubnya ALICIOUS. Twitter REAL Aliando dan Twitter Official Resmi nya  @aliando26  @alysyarief  @alicious_resmi. instagram REALnya Bang Aly => aliandooo.

Riwayat sekolah TK AISYAH, TK ALHUSNA,SD ALHUSNA, SMP MARTIA BAKTI. Makanan Favorite rendang, ayam gulai, roti, daging, pecel ayam. Minuman Favorite es jeruk, Jus alpukat, teh es, air putih. Penyanyi Favorite Eric Martin, Bruno Mars, Maria Carey,  Novi. Pemain Bola Favorite Messi, Maradona, Drogba, CR, Ronaldinho, Eric.c, Pele, Fabregas. Musik Favorite Rock, Moderent Rock, Poprock, R&B, Jazz, Slow. Club Sepak Bola Favorite BARCA , CHELSEA ,AC MILAN ,REAL MADRID , MU, INTERMILAN

Nah itu dia semua tentang Aliando Syarief guys. Keren kan?



Sunday, 6 July 2014

Faktor 5K Dalam Kehidupan Seorang Kuter




Hem baca postingan mba Desi Arnie di blognya mengenai "faktor K yang ada dalam kehidupan seorang kuter" Rey langsung manggut-manggut tanda setuju. Terutama mengenai Faktor K yang pertama yakni KERE hehehee. Karena ini adalah juga cara rey untuk mendapatkan sesuatu yang tidak bisa rey dapatkan karena kondisi yang tidak memungkinkan, misalnya pingin banget koleksi buku, camera atau gadget. Semoga suatu saat bias rey dapatkan semua, aamin.

Seperti postingan yang pernah rey tulis di blog rey mengenai seputar tips agar menang kuis. Nah menurut rey faktor K penting yang harus dimiliki oleh seorang kuter adalah 5K yakni:

Pertama adalah Kesabaran dan Keikhlasan. Harus sabar kalau tidak menang-menang. Percayalah semakin sering ikutan kuis semakin besar kesempatan buat menang. Selain itu iklas kalau tidak menang. Berdasarkan pengalaman, ketika ga menang (padahal ngarep banget) maka secara ajaib ada saja penggantinya. Entah itu menang di kuis yang lain atau bahkan dapat hadiah dari sesame kuter. Logikanya tidak mungkin juga setiap hari semua dimenangkan, bias bangkrut yang ngadain kuis. Jadi tunggulan giliran kapan anda menang. Kalimat ajaib para kuter adalah “Rizki tidak akan kemana dan tidak akan tertukar:.

Kedua adalah Kekompakan dan Kebersamaan. Ini faktor yang cukup penting dimiliki oleh kuter. Karena dengan begitu suatu tujuan untuk menang akan lebih mudah tercapai berkat bantuan teman-teman kuter lainnya. Dengan ini kita bisa terus menjalin silahturahmi, dan tak jarang ketika kita susah ada saja teman kuter yang berbaik hati membantu. Karakter ini cocok untuk lomba yang butuh vote/like banyak.

Ketiga adalah Kegokilan dan Kreativitas. Faktor kuter yang satu ini paling bisa menghibur dan menginspirasi teman kuter yang lain. Sehingga tak jarang akhirnya banyak juga yang ketularan termasuk rey hehhee. Contoh nyata adalah ketika rey ikutan kontes selfie mandiri, seumur-umur belum pernah ikutan kontes kayak gitu dan pake embel-embel gokil. Karena melihat teman-teman kuter yang ikutan akhirnya nekat juga.

Keempat adalah Kebaikan dan Kebahagiaan. Ini faktor yang juga tidak boleh dilupakan oleh seorang kuter. Karena rey yakin tidak semua kuter hanya mengejar kemenangan semata. Tapi banyak juga yang jadi kuter karena ingin memabntu orang lain. Contoh, ada program sample gratis, tapi banyak teman kuter yang butuh tapi ga bisa ikutan karena cuma online lewat hp. Nah dengan kebaikan kita ketika membantu sesame kuter bukannya bias jadi sebuah pahala.? Mungkin kita tidak bias membantu dengan materi tapi dengan cara itu sudah sangat membantu. Pengalaman ini rey alami sendiri ketika ada program sample susu gratis. Alhamdulilah yang rey Bantu bias dapat semua, lumayan bias untuk anak-anak mereka. Bahkan kemarin rey dan teman bias menyumbangkan banyak susu untuk panti asuhan dan anak-anak jalanan. Senang sekali. Dan kebahagiaan sekaligus rasa haru pun rey rasakan. Sungguh sensasi yang luar biasa.


Kelima adalah Kejujuran. Ini faKtor yang paling membuat eksistensi kuter bertahan dan banyak disukai teman kuter lainnya. Percayalah, sekali ketahuan anda curang maka sepasukan kuter lainnya akan menyerang anda dengan konsekuensi anda  jadi malu dan di diskualifikasi dari kuis. Inilah hebatnya para kuter. 




Wednesday, 2 July 2014

Renungan Nurani Peduli 6


Saudaraku....
Setiap insan di muka bumi ini tentu ingin berbahagia, mendapatkan ketenangan hati dan pikiran serta dicintai. Mengucapkan kata ikhlas ketika hati terluka memang semudah membalikkan telapak tangan. Namun begitu sulit bila dijalani. Namun bukan berarti ikhlas itu tidak bisa dilakukan. Yang terpenting adalah kesadaran diri sendiri dulu untuk menerima semuanya dengan lapang dada.

Saudaraku....
Sejatinya, indahnya hidup adalah ketika berada dalam ketulusan dan keikhlasan. Tapi sayangnya hidup itu tidak mudah. Hidup itu penuh dengan perjuangan dan cobaan. Andai kita bisa lebih memaknai hidup maka semua akan berjalan baik-baik saja. Sekalipun kita harus terluka dan menderita. Asal ketulusan dan keikhlasan mewarnai perjalanan hidup kita.

Keikhlasan adalah rahasia yang diambil dari rahasia-rahasia-Ku. Aku telah menempatkannya sebagai amanat di hati sanubari hamba-hamba-Ku yang Aku Cinta.” (HR. al-Qazwaini)


Seperti kebanyakan kalimat yang sering kita dengan bahwa hidup itu hanyalah sementara. Oleh karena itu, mengapa tak kita warnai dengan penuh keindahan. Setidaknya dengan keindahan versi kita. Dan sadarkah kalian kalau usia kita semakin berkurang setiap hari? Dan hanya dengan keikhlasan lah seseorang benar-benar bisa menjadi lebih hidup. Dengan keikhlasan semuanya akan berjalan lebih mudah dan menyenangkan bukanlah beban. 



Renungan Bersama 6

Keikhlasan adalah suatu bentuk kedewasaan
Nan diharap dipunyai oleh setiap insan
Yang menghargai arti kesejatian agungnya kesan
Serta selalu menjunjung tinggi kepesonaan harga diri
Dimana sangat didamba oleh semua sosok di semesta ini
MAsih tersempurna kedekatan dengan ajaran sang pencipta
By Koh Hwat


Renungan Nurani Peduli 5




Hendaklah kalian berlaku jujur, karena kejujuran itu menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan menunjukkan jalan menuju surga" (HR Bukhari) 

Demikian hadist riwayat Bukhari Muslim menyebutkan tentang kejujuran saudarku. Ya kejujuran adalah sebuah sikap yang sejatinya menunjukkan jari diri seseorang yang sebenarnya. Itulah mengapa, orang yang terbiasa jujur akan terlihat aura di dirinya yang begitu bersinar sehingga senantiasa ia memiliki moral yang baik.

Jujur jika diartikan secara baku adalah "mengakui, berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran". Dalam praktek dan penerapannya, secara hukum tingkat kejujuran seseorang biasanya dinilai dari ketepatan pengakuan atau apa yang dibicarakan seseorang dengan kebenaran dan kenyataan yang terjadi. 


Bila berpatokan pada arti kata yang baku dan harafiah maka jika seseorang berkata tidak sesuai dengan kebenaran dan kenyataan atau tidak mengakui suatu hal sesuai yang sebenarnya, orang tersebut sudah dapat dianggap atau dinilai tidak jujur, menipu, mungkir, berbohong, munafik atau lainnya.


Oleh karena itu tak ada salahnya memilih untuk menjadi orang yang jujur. Menjadi orang yang jujur itu hidupnya selalu tenang karena tidak perna dihantui oleh kesalahan atau dosa-dosa yang telah diperbuat. Jadi jangan ragu untuk menjadi pribadi yang jujur saudaraku. 




Renungan Bersama 5

Kejujuran berpengertian mau dan berani mengatakn keadaan sebenarnya 
Tanpa tedeng aling-aling
Gengsi atau harga diripun kadang dipertaruhkan 
Untuk menjaga kehakikian dari kejujuran tersebut
Maka kita harus sadar akan korelasinya dengan seorang bergelar pemberani sejati
Apalagi masih dirimbuni dengan keimanan
Nan tiada mungkin terpungkiri keberadaannya
By Koh Hwat


Monday, 30 June 2014

Chahun Main Ya Naa (Lyrics dan Terjemahan)





Song: Chahun Main Ya Naa

Film: Aashiqui 2
Singer: Palak Muchhal, Arijit Singh
Music: Jeet Gangulli
Lyrics: Irshad Kamil 
Cast: Aditya Roy Kapoor, Shraddha Kapoor


Tu hi ye mujhko bata de
Kau saja yang katakan hal ini padaku
Chahun main ya naa
Haruskah aku mencintaimu atau tidak
Apne tu dil ka pata de
Beritahu aku maksud hatimu
Chahun main ya naa
Haruskah aku mencintaimu atau tidak (x2)

Itna bata doon tujhko
Ingin kukatakan padamu
Chaahat pe apni mujhko 
Yun tto nahi ikhtiyaar
Bahwa aku tak memiliki kuasa atas cintaku sendiri
Phir bhi yeh socha dil ne
Namun demikian hati ini merasa
Ab jo laga hoon milne
Saat kini aku mulai menemuimu
Poochhu tujhe ek baar
Aku harus bertanya padamu sekali lagi

Tu hi ye mujhko bata de
Kau saja yang katakan hal ini padaku
Chahun main ya naa
Haruskah aku mencintaimu atau tidak
Apne tu dil ka pata de
Beritahu aku maksud hatimu
Chahun main ya naa
Haruskah aku mencintaimu atau tidak 

Aisi kabhi pehle hui naa thi khwaahishein
Aku tak pernah memiliki hasrat sebanyak ini sebelumnya
O.. kisi se bhi milne ki 
Naa ki thi koshishein
Serta belum pernah juga aku bertemu seseorang seperti ini

Uljhan meri suljha de
Menyelesaikan semua masalahku
Chaahun main ya naa
Haruskah aku mencintaimu atau tidak
Aankhon aankhon mein jataa de
Mengatakan padaku lewat pandangan mata
Chaahun main ya naa

Haruskah aku mencintaimu atau tidak

Mere chhote chhote khwaab hain
Aku punya mimpi-mimpi sederhana
Khwabon mein geet hain
Dalam impian itu ada lagu-lagu
Geeton mein zindagi hai
Di dalam lagu ada kehidupanku
Chaahat hai, preet hai


Ada keinginan ada cinta
Abhi main na dekhoon khwaab woo
Sekarang aku tidak bermimpi lagi
Jin mein na tu mile
Semenjak tidak bertemu denganmu
Le khole honth maine
Lihatlah telah kubuka mulutku
Ab tak the jo sile
Yang sebelumnya terkatub rapat hingga saat ini

Mujhko na jitna mujh pe
Aku tidak begitu percaya
Utna iss dil ko tujh pe
Karena aku tidak percaya 
Hone laga aitbaar
bahkan pada diriku sendiri
Tanha lamhon mein apne
Dalam saat-saat kesendirianku
Bunti hoon tere sapne
Kurajut mimpi tentangmu
Tujhse hua mujhko pyaar o o..
Aku telah jatuh cinta padamu

Poochungi tujhko kabhi naa
Aku takkan pernah bertanya padamu
Chaahun main ya naa
Haruskah aku mencintaimu atau tidak
Tere khaabon mein ab jeena
Kini kutinggal dalam mimpi-mimpimu
Chaahun main kyun naa!
Haruskah aku mencintaimu atau tidak

Tu hi yeh mujhko bata de
Kau saja yang katakan hal ini padaku
Chahun main ya naa
Haruskah aku mencintaimu atau tidak
Apne tu dil ka pata de
Beritahu aku maksud hatimu
Chahun main ya naa
Haruskah aku mencintaimu atau tidak


Tuesday, 24 June 2014

Resensi Buku "Mengabdi di Negeri Pelangi"

Hari ini saya disambut dengan cuaca yang berubah-ubah. Kadang panas, kadang mendung. Tapi apapun cuacanya saya tetap ingin menulis hari ini karena menulis adalah cara saya untuk menikmati hari dan juga berbagi dengan banyak orang.

Kemarin saya baru menamatkan membaca buku yang sangat menginspirasi saya. Ya, buku itu berjudul "Mengabdi di Negeri Pelangi". Buku yang saya terima dua hari yang lalu. Sebuah buku yang dihantarkan oleh pak pos namun tak ada nama pengirimnya. Saya sendiri bertanya-tanya, darimana paket ini? siapa pengirimnya? ini hadiah kuis yang mana ya? banyak pertanyaan yang ada di kepala saya tapi tak ada jawabannya. Jadi lebih baik dibaca dan dibuat resensinya.



Mengabdi di Negeri Pelangi
Penerbit: Buku kompas (PT.Kompas Media Nusantara)
Penulis: Indonesia Mengajar: Diah Setiawaty, Bayu Adi Persada, Ayu Kartika Dewi, Atika Asterina Saraswati, Wildan Mahendra Ramadhani, Tika Dewi Listiarini, Nanda Yunika Wulandari, Fatia Qanitat, Agus Rachmanto, M Rangga Septyadi, Yunita Fransisca, Rahman Adi Pradana, Mutia Hapsari  
Penyunting: Budi Suwarna
Perancang Sampul: Wiko
Foto Sampul: Edward Suhadi Productions
ISBN: 978-979-709-766-0 KMN 90405130083
Halaman: 238
Tahun Terbit: 2013


Mengabdi di Negeri Pelangi. Sebuah buku yang mewakili mozaik dan potret kehidupan dunia pendidikan di pedesaan terpencil dari Sabang sampai Merauke sebagaimana yang dicatat oleh para Pengajar Muda Indonesia Mengajar. Mengabdi diujung negeri tak melulu identik dengan kemiskinan. Meski kemiskinan, minimnya fasilitas, keterbelakangan dan parahnya infastruktur merupakan fakta yang sering didapati di berbagai ujung negeri yang tak terjamah teknologi.

Di buku inilah Para Pengajar Muda Indonesia menorehkan kisah mereka. Lewat buku ini mereka mengajak kita untuk mengintip kehidupan di pelosok yang seringkali luput dari pantauan orang-orang yang hidup di kota besar. Perjuangan dan kisah mereka sangat layak untuk membuka mata anda pada pelosok negeri.

Buku ini seolah menghantarkan saya untuk flashback ke beberapa tahun lalu. Dimana ketika itu saya pernah menjadi MC sekaligus pemandu acara anak-anak TK se Kabupaten selama 1 bulan. Di acara itu, setiap hari saya bertemu dengan anak-anak TK. Setiap hari dari TK yang berbeda. Jumlahnya pun berbeda setiap hari. Tak ketinggalan tingkah mereka pun berbeda-beda sehingga setiap hari saya harus memutar akal untuk menaklukan anak-anak itu hehehe.

Tiap hari selalu diwarnai dengan suasana yang menyenangkan karena saya berhasil menaklukan hati anak-anak itu. Cara saya berinteraksi dengan mereka rasanya sangat berbeda jauh dengan guru-guru mereka yang menurut saya kurang berjiwa guru. Kenapa saya berkata begitu, karena saya menyaksikan sendiri bagaimana sang guru berkata-kata dan berinteraksi. Jauh dari yang namanya kasih sayang. Padahal menurut saya, anak-anak itu harus dihadapi dengan kasih sayang. Kiranya ini juga yang banyak dirasakan oleh penulis dalam buku ini.

Pengalaman berinteraksi dengan anak-anak memang tidak terlupakan karena saya sangat menyukai anak-anak. Jadi teringat kata-kata ibu saya "Rey kamu itu cocoknya menjadi guru, guru TK". Tiap kali mengingat kata-kata ibu, tiap kali itu pula saya rindu berinteraksi dengan anak-anak. Namun tiap kali ingin menjadi guru TK, tak sekali pula ada kesempatan karena jurusan saya sangat jauh dengan jurusan ingin menjadi seorang guru TK. Butuh waktu lagi untuk kuliah namun dana tak ada. Dan setelah membaca buku "Mengabdi di Negeri Pelangi" khayalan saya pun menerawang entah kemana. Saya jadi menghayal, andai saya ada disana bersama teman-teman Indonesia Mengajar. Tentu saya pun akan menorehkan kisah seru di buku ini.

Tak banyak typo yang saya temui di buku ini. Hanya beberapa saja seperti kata Teapi (seharusnya Tetapi hal.37), Kemampuana (seharusnya Kemampuannya hal.53), Dia kemudia (seharusnya dia Kemudian hal.149),  Yang hanya hanya bisa dinikmati (double kata hanya hal.160), selebihnya hanya kalimat dalam paragraf yang ter enter sehingga menjadi beda paragraf.

Ada beberapa kalimat menarik yang saya suka dalam buku ini. Seperti kalimat yang ditulis oleh Diah Setiawaty dalam kisahnya "Karena benda-benda menyerap energi sang pemakainya baik energi positif maupun negatif, maka paket surat berisi permen dan hadiah-hadiah juga akan membawa semangat dan hrapan bagi penerimanya. Semangat untuk terbuka, bertoleransi dengan dan menerima perbedaan".

Kalimat ini luar biasa menurut saya. Sebuah cara cerdas yang dilakukan oleh penulis ketika mengajar anak-anak. Kiranya, cara ini seharusnya diterapkan oleh banyak guru diseluruh pelosok Indonesia agar anak didik mereka lebih bersemangat untuk menuntut ilmu. Cerdas sekali caranya mengajar anak-anak.

Selanjutnya kata bagus juga saya temui dalam tulisan yang ditulis oleh Mutia Hapsari dalam kisahnya "Temukan Passionmu!". Itu adalah kalimat atau mantra ajaib yang diucapkan oleh ibu Indah. Seorang guru honor yang luar biasa cerdas. Perjuangannya untuk mewujudkan mimpi luar biasa. Dengan passion ibu Indah tak hanya menemukan mimpinya. Ia juga mengejarnya dan ketika mendapatkannya, setiap detik yang ia jalani adalah berkah dan kebahagiaan baginya. Seharusnya pendidik di negeri ini seperti ibu Indah. Atau paling tidak harus berkaca dan belajar pada sosok bernama ibu Indah.

Lain lagi dengan pengalaman Wildan Mahendra Ramadhani. Saya sempat menangkap satu kalimat yang tak kalah luar biasa dalam buku ini. "Jika melihat kondisi keluarga kami sekarang, rasanya hanya ilmu pengetahuan, pendidikan, pergaulan, dan kejujuran yang bisa kami jadikan sebagai harta warisan.". Kalimatnya tak lah sepuitis para pujangga namun kesederhanaan ucapan yang maknanya dalam itulah yang membuat saya tersentuh ketika membaca keseluruhan kisah yang ditulis oleh penulis.

Sebenarnya masih banyak kisah seru di dalam buku ini. Dan saya pastikan, anda juga akan terbengong-bengong dengan kisah yang dituliskan oleh 13 orang penulis ini. Saya sendiri sesekali merasa sangat bodoh karena tidak tahu beberapa hal hehee. Pokoknya 13 Penulis yang sangat berprestasi dan mahu mengabdikan dirinya untuk negeri selama 1 tahun ditempat yang belum mereka kunjungi ini luar biasa. Demi negeri mereka ada.

Buku ini sangat saya rekomendasikan untuk anda baca karena banyak pelajaran yang bisa kita petik dari buku ini lewat kisah-kisah yang ditulis oleh ke-13 penulis. Buku ini apa adanya namun sangat berkesan.



Pasang Iklan Di BLog Rey

Hai teman-teman....
Semoga kabarnya baik semua ya?
Kali ini rey ga mau nulis panjang-panjang
Cuma mau kasih info saja
Buat teman-teman yang ingin mempromosikan dagangan dll tapi ga punya blog
Bisa pasang iklan di blog rey, tarifnya murah meriah kok
Bismillah.... Nama juga usaha hehehe

Yang minat bisa kirim email ke rey_samudra@yahoo.com
Bisa juga kontak rei di inbox facebook http://goo.gl/YdBkhp
atau twitter di http://goo.gl/p8Ynyb

Monday, 23 June 2014

Mandiri E-Cash

Hai semua....
Sudah beberapa hari ya rey tidak menulis di blog. Ini tak lain dikarenakan ada kesibukan lain. Selain itu juga kemarin Ayah rey sakit dan rey pun dilanda flu berat, jadi tidak sempat menulis.

Kali ini rey akan mencoba menulis tentang Mandiri E-Cash. Kenapa menulis tentang ini? karena akhir-akhir ini sedang heboh-hebohnya kompetisi Selfi di ATM Mandiri yang diadakan oleh pihak Bank Mandiri di sebuah situs web yang linknya adalah ini http://www.selfiemandiriatm.com/ . Di situs in disebutkan tentang aturan mainnya dan jumlah hadiah yang bisa diperoleh senilai ratusan juta rupiah.




Namun bukan masalah aturan main atau hadiah yang akan rey bahas disini, melainkan mengenai E-Cash. Karena tidak semua peserta yang ikut memiliki rekening Mandiri, sehingga semoga dengan informasi yang rey berikan ini akan mempermudah orang-orang untuk bisa ikutan kuisnya.  

Sebelum kita membahas lebih lanjut. Kita harus tau terlebih dahulu apa sich yang namanya Mandiri E-Cash itu? Mandiri E-Cash adalah uang elektronik di handphone kamu yang dapat digunakan tanpa harus membuka rekening bank. Dan yang lebih asyiknya lagi, apapun jenis handphone kamu, kamu bisa menikmati kemudahan berbelanja dan penawaran menarik di toko online dan gerai yang menjadi mitra Mandiri E-Cash. 

Cara untuk bisa memiliki akun E-Cash gampang sekali. Apalagi kalau kalian memiliki smartphone. 
1. Kamu bisa download aplikasi Mandiri E-Cash di App Store, Google Play, Blackberry App World (khusus Blackberry Bold 9900) dan Nokia Store (Khusus Nokia X). Instal dan isi data (Nama, Email, Tanggal Lahir, Kata Rahasia, PIN). 




2.Atau bisa juga menghubungi *141*6# dari handphone apapun untuk menikmati semua keuntungan Mandiri E-Cash. Caranya hubungi *141*6# > pilih E-Cash > Menu Admin > Menu Daftar. Kemudian isi data (Nama, Kata Rahasia, PIN). cek disini http://www.youtube.com/watch?v=tb71bhy7PKA

untuk lebih jelas bisa mampir ke link ini http://mandiriecash.co.id/home/gampang-dapat-ecash/ Selamat mencoba



Saturday, 21 June 2014

* Catatan Dua Hati (Ramadhan Sunyi: Detik-detik Menuju Idul Fitri) *



Setiap orang tentu memiliki hasrat yang bisa ia salurkan kepada segala hal ketika ramadhan tiba. Termasuklah kepada keluarga, kekasih, sahabat, calon mertua, alam semesta dan yang lain sebagainya. Demikian pula dengan diriku dan kakak laki-lakiku tercinta. Ramadhan adalah moment yang selalu kami nanti ketika hidup dirantau orang. Ya, ketika itu aku dan kakak tengah menempuh kuliah di Jogja beberapa tahun yang lalu. Dengan modal nekat kami pun tiba di Jogja demi mewujudkan mimpi-mimpi kami.
“Dek, nanti sore mas jemput jam 5 ya? Kita buka puasa di Masjid UGM.” Begitu sms pembuka yang kubaca dari kakak laki-lakiku tercinta. Maklumlah, jaman dulu sms saja sudah cukup. Demi pengiritan, sms adalah solusi paling pas untuk kami yang berasal dari keluarga sederhana.
“oke!” Jawabku ketika membalas sms dari kakakku tercinta. Meski jarak kos kami terbilang cukup jauh. Namun tiap ramadhan, kami banyak menghabiskan waktu bersama. Ini adalah moment indahku bersama  kakak.
Tepat jam 5 sore kakakku tiba. Kamipun segera berangkat menuju ke Masjid UGM dengan menaiki sepeda motor. Setibanya disana aku berjalan-jalan santai dengannya sembari menikmati pemandangan. Kira-kira dua puluh menit menjelang buka barulah aku dan kakak bergegas memasuki masjid. Sudah menjadi kebiasaan, kalau menjelang buka kami seringkali bertadarus. Dan setelah tharawih usai barulah kami pulang ke kos.
Selama Ramadhan paling tidak dua kali dalam seminggu aku dan kakak buka bersama. Bersafari dari masjid ke masjid. Menikmati masa ramadhan ketika jauh dari keluarga dan orang-orang yang kami sayangi. Berdua bersama kakakku. Berdua menikmati suasana dari kedamaian dan kesedihan hati kami masing-masing. Tiap kali kami mengobrol, selalu terselip kata “Rindu” pada orang yang kami kasihi. Dan ketika itu pula kakakku dengan mantab memelukku sambil berucap “Sabar dek! Mari kita nikmati ramadhan berdua disini. Seperti biasa. Seperti tahun-tahun sebelumnya. Percayalah, mereka juga pasti rindu dengan kita”. Begitulah indahnya. Kakakku selalu menguatkanku.
***
Sebenarnya aku dan kakakku tidaklah sendiri. Ada keluarga yang tinggal tak begitu jauh dari Jogja. Kami biasa menyebut mereka dengan sebutan bude dan pakde. Namun karena bertahun-tahun sebelumnya jauhnya jarak dan kami hidup sangat susah, sehingga membuat kami tak saling berkomunikasi. Perjalanan menuju kerumah bude dan pakde dengan menggunakan bis umum, kurang lebih ditempuh dengan dua jam perjalanan. Hanya saja kami jarang sekali bisa mampir kesana, menginggat uang sangu bulanan kami yang minim. Lahir dari keluarga yang sederhana membuat kami harus rela tidak pulang kampung demi bisa meneruskan kuliah. Ekonomi keluarga yang kian terpuruk membuat kami hampir beberapa kali putus kuliah.
“Dek, lebaran kali ini apa rencanamu?” Tiba-tiba kakakku bertanya padaku. Ia bertanya disela-sela obrolan kami menjelang buka puasa. Aku masih sangat ingat. Ketika itu rute safari kami adalah berbuka puasa di Masjid dekat Kerathon Jogja dan kami sedang duduk berdua dibangku taman. Kakak laki-lakiku itu bertanya sembari memeluk pundakku dari samping.
Mendengar pertanyaan kakakku, aku sempat diam sejenak. Mendengar kalimat Idul Fitri selalu saja membuat hatiku terenyuh. “Bagaimana kalau kita berlebaran ke tempat bude dan pakde mas? Toh kita belum pernah berlebaran kesana” Usulku padanya. Namun kakakku diam sehingga aku berkata lagi.
Kakakku menghela nafas panjang. “Dek, mas bukannya tidak mau berlebaran kesana. Tapi apa dirimu lupa. Beberapa kali kita main kesana tapi kita selalu dianggap seperti tamu. Ketika Gempa Jogja yang begitu dasyat pun mereka tak sekalipun menjenguk kita. Bahkan tak sekalipun menanyakan kabar kita. Padahal mereka orang kaya, jauh lebih mampu ketimbang kita yang hidup susah ini!” Perlahan kakakku berkata padaku sembari mengusap bahuku lembut.
Mendengar perkataan kakakku aku diam beberapa saat. Pikiranku melayang ke beberapa waktu sebelumnya. Waktu dimana beberapa kali aku dan kakak bersilahturahmi kerumah bude dan pakde. Aku masih ingat ketika itu libur panjang tiba. Pertama kalinya kami bersilahturahmi. Namun sesampainya disana ternyata ada keluarga yang lain juga yang datang dari Jakarta. Keluarga yang tak pernah kami temui sebelumnya. Dan ketika itu, betapa aku dan kakak yang datang dari kampung ini tak dihiraukan. Kami tak sekalipun diajak jalan-jalan sedang mereka jarang dirumah. Mungkin karena kami tak pernah bertemu sebelumnya.
Bukannya sombong, tapi aku dan kakak terkenal gampang bergaul dengan siapapun dan dimanapun.  Namun kenapa dengan mereka malah tak bisa? Gaya mereka yang terlalu glamour dan seksi itu kiranya tidak cocok dengan style kami yang sederhana ini. Alhasil, Cuma tiga hari saja aku dan kakak liburan disana. Selebihnya kami membuat alasan masuk akal yang bisa membuat kami segera atau harus kembali ke Jogja.  Paling lama selalu tiga hari. Tak pernah lebih dari itu.
“Iya mas, aku sangat ingat sikap mereka pada kita. Tapi tak ada salahnya kita coba mampir sebelum Idul Fitri. Siapa tahu mereka bertobat. Mereka hanya orang-orang yang hatinya jauh dari Tuhan.“ Ujarku pada kakakku itu. Dan setelahnya, akhirnya kakakku sepakat untuk berlebaran kesana.
***
Dua hari menjelang ramadhan. Aku dan kakakku tiba dirumah bude dan pakde. Betapa mirisnya hati kami. Ternyata pakde tak pernah berpuasa, sholat ataupun mengaji. Masih mending bude yang sesekali mau karena malu dan tak enak hati melihat kami berdua. Pantas saja suasana rumah ini tak pernah terasa adem dan damai, batin kami. Dan apesnya, lagi-lagi ketika kami bersilahturahmi kesana, keluarga dari Jakarta itu datang juga. Alhasil dapat ditebak kan seperti apa suasananya? Mereka tak ada yang berpuasa, sholat ataupun mengaji. Aku dan kakak hanya bisa beristigfar dalam diam dan do’a kami masing-masing pada kami.
Satu hari berlalu semenjak kedatangan kami. Tak terasa ketika itu adalah puasa terakhir. Dimana setelah berbuka, maka malam takbir pun berkumandang di seantero kota. Buka terakhir hanya ada aku dan kakak karena yang lain sudah pergi sejak sore hari. Toh mereka juga tak berpuasa, jadi apa pentingnya puasa terakhir. Ketika itu, mereka bersama-sama menikmati akhir ramadan entah kemana. Mereka hanya berpesan ingin melihat pawai takbir sebelum berangkat.
Buka puasa terakhir kami berdua dinikmati dengan meneguk teh hangat. Setelah itu kami sholat magrib berjama’ah. Usai sholat magrib barulah kami menyantab makanan seadanya dan secukupnya, karena sudah menjadi kebiasaan kami kalau ramadhan bukanlah ajang makan besar seperti kebanyakan orang. Seperti tetanggaku dikampung misalnya, tiap ramadhan yang diutamakan pastilah hunting makanan di Pasar Bedug. Begitu kami biasa menyebut pasar khusus menjual menu buka puasa ketika ramadhan tiba. Tapi bagi kami, ramadhan adalah ajang untuk instropeksi dan memperbaiki diri, bukan serba wah.
Karena bude dan pakde bawa kunci cadangan, jadi kami tidak usah repot-repot untuk membukakan pintu kalau mereka nanti pulang terlalu larut. Usai sholat isya berjama’ah kami mengaji bersama. Setelahnya kami menonton tivi sejenak, sebelum akhirnya beranjak untuk istirahat. Aku tidur sekamar dengan kakakku ketika itu. Disitulah lagi-lagi kami berbincang-bincang. Aku masih ingat semua kata-katanya yang syahdu.
“Dek. Mas rindu rumah. Rindu bapak dan ibu juga kedua adik kita. Dan mas tahu dirimu pasti juga rindu kan?. Suara takbir membuat hati mas terenyuh. Maafkan mas ya karena belum bisa menghantarkan kita untuk lebaran dikampung tahun ini? Maafkan mas, kalau lagi-lagi kita harus lebaran dengan situasi yang tidak menyenangkan seperti ini. Tapi mas bahagia karena masih bisa berlebaran dengan dirimu. Adik perempuan yang mas sayangi.”
Usai berkata begitu, dengan disaksikan kedua mataku. Untuk pertama kalinya aku melihat matanya memerah. Aku tau, dia pasti sangat sedih karena menahan rindu. Sama dengan diriku. Hanya saja dia laki-laki, jadi taklah lebay seperti diriku yang gampang sekali menangis. Kalau rindu dengan orang yang aku sayangi (ketika mendengar suara takbir) pasti aku terharu.  Dan ramadhan kali in tetap sunyi. Hanya hati kami yang tak sunyi karena dipenuhi dengan do’a-do’a untuk orang yang kami sayangi dikampung halaman.

“Dan, malam itu, kurangkai jerit suara dua hati dalam benakku. Kutanam ia dilubuk hati paling dalam, agar suatu hari kami akan tetap mengingat masa indah ini. Masa dimana aku dan kakakku menikmati ramadhan bersama. Dulu kami menikmati ramadhan bersama, namun 5 tahun terakhir ini ramadhan taklah sama seperti dulu. Aku menikmatinya bersama ibu, bapak dan kedua adikku, sedang kakak laki-lakiku tercinta harus melewati semuanya sendiri di Jogja. Tak ada lagi aku disampingnya. Tak ada lagi aku, tempat dia berkeluh kesah dan menghibur diri. Ramadhan tetaplah sunyi. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya Tak ada yang lebih indah ketika bisa berkumpul bersama dengan orang yang kita cintai. Dan ramadhan, kami tetap belum sempat untuk berkumpul bersama, sekeluarga.”
           

Catatan Dua Hati, Syawal 1428 Hijriyah

Cara Cek Menu Catatan di Facebook Versi Terbaru 2020

Halo semuanya apakabar? Lama ya tak jumpa. Oh ya, kali ini Rey akan berbagi pengalaman dengan kalian mengenai kejadian yang baru saja Rey al...